Cilincing Potret Kumuh Pesisir Jakarta



  Beni P Piliang

Ampun Jakarta. Kecamatan Cilincing merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara, dengan luas wilayah 3.969.960 Ha,  semula terdiri dari 5 Kelurahan dan dengan adanya pemekaran Wilayah menjadi 7 Kelurahan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 1251 tahun 1986 tanggal 19 Juli 1986 tentang pemecahan, penyatuan batas, perubahan nama yang sama/ kembar dan penerapan luas wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, terdiri dari Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Semper Timur, Semper Barat, Sukapura, Marundan dan Rorotan. Kecamatan Cilincing terdiri dari 81 RW. dan 958 RT.


Sampah berserakan, merupakan hal biasa di Cilincing

Kecamatan Cilincing dengan Potensi yang ada, dapat dikembangkan sebagai daerah tujuan Wisata dan Sentra Industri yang dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar, karena terdapat Potensi Peninggalan Sejarah dan Kawasan Berikat Nusantara serta Pantai Publik yang masih cukup luas. Namun perkembangan saat ini, dibawah kepemimpinan Camat Junaedi, Cilincing hanya merupakan potret kumuh pesisir Jakarta.


Cilincing berbenah kantor Kecamatannya dengan biaya fantastis Rp 16 M


Dari aspek sosial, permukiman padat dan kumuh dengan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan seperti tauran masal, kriminal dan prostitisi serta narkoba bersarang di Cilincing. Dari aspek tata ruang dan lingkungan hidup, pemerintah Kecamatan tidak mampu mengendalikan permukiman illegal di sepanjang bantaran kali Cakung Drain dan tanah timbul di sisi Utara TPI Cilincing.   Pengelolaan sampah masih sangat jauh dari kategori baik, sampah yang tertumpuk mencemari daratan dan badan air. Instansi terkait seperti Suku Dinas kebersihan Jakarta Utara kurang bertanggung jawab dalam mengelola sampah  di wilayah Kecamatan Cilincing. Tampak jelas koordinasi antara Camat, Seksi Kebersihan dan Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara tidak berjalan. Bahkan diperkirakan lebih dari 10 persen masyarakat di kecamatan Cilincing, tidak mempunyai sistem sanitasi lingkungan yang layak.


  Sudut perkampungan nelayan nelayan Cilincing yang kumuh

Perlu perhatian khusus Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara terhadap Kecamatan Cilincing, Untuk menata kembali Cilincing bisa dimulai dari suksesi kepemimpinan Camat, karena Cilincing memerlukan figur Camat yang tegas dan berani serta mampu menggayomi semua elemen masyarakat yang ada. Sayang wilayah kecamatan yang memiliki potensi besar ini jika tidak dikelola dengan baik, mungkin kelak Cilincing hanya akan menjadi beban sosial dan lingkungan hidup DKI Jakarta. [Beni P Piliang.

Read more

POTRET KUSAM PANTAI MARUNDA, “PANTAI PUBLIKU SAYANG PANTAI PUBLIKU MALANG”


 Senja di sisi Barat pantai publik Marunda
 
Ampun Jakarta. Senja yang cerah kami mengunjungi  pantai publik Marunda, tampak banyak masyarakat yang datang untuk berekreasi, karena memang masyarakat butuh tempat rekreasi yang gratis seperti itu.  Menurut penilaian kami Pantai Publik Marunda tidaklah terlalu nyaman  dan tidak tertata dengan baik. Pantai ini  berupa tanggul beton sepertihalnya penagkal ombak/break water.


 Suasana santai pasangan muda-mudi di pantai publik Marunda

Untuk menuju ke Pantai Publik Marunda dapat melalui jalan menuju STIP Marunda, ada dua pilihan jalan melalui jembatan yang menuju kearah Masjid Al-Alam atau melalui akses Rumah susun Marunda. Kami memilih jalan akses Rumah Susun Marunda. Pantai Publik Marunda telah dilengkapi oleh fasilitas parkir yang bersifat swadaya masyarakat lokal, namun  beberapa fasilitas umum lainnya seperti toilet tidak ada, kecuali kamar kecil  warung-warung yang ada di sana.

Senja di Pantai Publik Marunda, kami melihat puluhan orang menikmati matahari terbenam  sambil bercengkrama, dan ketika malam telah tiba,  di antara riak air laut dan sampah-sampah yang bertebaran dipermukaannya, kami merasakan desir syahdu muda-mudi, sekelompok pemancing serta derai canda masyarakat yang  menikmati suasana seadanya sebagai hiburan, 

 Sisi Timur pantai publik Marunda

Di sisi Timur pantai yang mengarah ke tengah laut, samar-samar masih tampak excavator yang sedang mengerjakan proyek reklamasi di kawasan Timur Pantai Utara Jakarta, tepatnya  di muka muara BKT. Kami merasa yakin inilah Pantai Publik yang tersisa di sepanjang 32 KM  garis pantai Teluk Jakarta.  Kelak setelah proyek reklamasi selesai kami juga yakin pantai ini akan tetap ada,  namun kami membayangkan kondisi yang berbeda. Pantai Publik Marunda akan dikelilingi  kawasan pelabuhan,  pergudangan dan peti kemas.

Semakin larut malam, ditengah kegelapan keriuhan muda-mudi semakin ramai, dan hiburan pengamen jalanan berlalu lalang mengais rezeki walaupun terkesan memaksakan.  Cahaya tengah laut Teluk Jakarta menebar aroma romantik,  diantara romantisme pasangan yang sedang memadu harap. Sementara itu kabut polusi dan sampah tampak menghampar di antara riak air berwarna hitam pekat. Perlahan kami merasakan bau tak sedap merambat pada indra penciuman, ah ..nyamuk pun menyengat.  Marunda potret pantai publik yang kusam, pantai ku sayang, pantai ku malang, namun dapat memberi sedikit kecerian bagi masyarakat Jakarta. [editor

Read more

JAKARTA BUTUH GUBERNUR TEGAS DAN BERANI


Bang Ali, Figur Gubernur DKI Jakarta yang dinilai berhasil
   
Ampun Jakarta. Pemilukada Provinsi DKI Jakarta yang akan dilaksanakan antara bulan Juli - September 2012 merupakan pesta demokrasi kedua bagi masyarakat Jakarta untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur secara langsung. Hajat besar ini juga merupakan pertarungan politik antara parpol dan kandidat yang muaranya akan menentukan arah kebijakan bagi sukses tidaknya pembangunan Provinsi DKI Jakarta dimasa yang akan datang. Berdasarkan pengalaman Pilkada Provinsi DKI Jakarta Tahun 2007, menunjukan bahwa Pemilukada sarat akan berbagai kepentingan baik yang bersifat strategis, politik maupun fragmatis.

Bagi masyarakat DKI Jakarta mungkin tidak mudah untuk menetapkan siapa Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur yang akan diusungnya. Namun perlu diketahui Bahwa Pemilukada Provinsi DKI Jakarta 2012 memiliki arti yang sangat strategis. Posisi yang simetris antara parpol, aspirasi masyarakat dan kreteria serta karakter Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilukada Provinsi DKI Jakarta merupakan ROH kemenangan untuk menyongsong suskses pengentasan berbagai persoalan-persoalan fundamental dan klasik di Provinsi DKI Jakarta.

AMPUN JAKARTA berpendapat bahwa ditengah kompleksitas permasalahan Jakarta, tidak mudah bagi siapapun Gubernur Jakarta untuk mengelola Jakarta. Dari figur-figur Gubernur yang dinyatakan sukses memimpin Jakarta pada kenyataannya mereka belum mampu mengelola Jakarta sesuai dengan jatidiri Jakarta sebagai wilayah PESISIR dan Provinsi KEPULAUAN. Dengan kata lain pembangunan Jakarta selama ini dapat diilustrasikan dalam satu kalimat, “Di Darat Kita Babak Belur, Di Laut Kita Terabaikan”.

Siapapun Gubernur Jakarta 2012, dia haruslah seorang yang memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Gubernur Jakarta tidak perlu ahli, karena ahli berkonotasi sektoral, namun dia harus seorang yang cerdas. Memiliki pemahaman yang baik terhadap aspek geopolitik dan geostrategis Jakarta sebagai wilayah pesisir dan kepulauan. Gubernur Jakarta 2012 bukan harus figur yang sedikit gila, tetapi dia harus seorang religius, mampu menguasai anggaran (APBD DKI Jakarta) dan berani mengambil resiko dalam mengetaskan kompleksitas permasalahan Jakarta.

Kalau pada dekade 70-an kita mengenal sosok Almarhum Letnan Jenderal Marinir Ali Sadikin sebagai figur sukses memimpin Jakarta pada masanya. Pada pemilukada 2012 mendatang tampaknya kita harus menghidupkan kembali Bang Ali-Bang Ali lain untuk kembali menata Jakarta. AMPUN JAKARTA mengajak masyarakat Jakarta  untuk bersama-sama mencari sosok figur sekualitas Bang Ali, Figur yang memiliki reputasi dan prestasi terbaik. 

AMPUN JAKARTA menghimbau kepada Masyarakat Jakarta untuk menggunakan sebaik-baiknya "hak pilih" pada Pemilukada DKI Jakarta Tahun 2012. Saatnya menentukan arah untuk suatu perubahan yang lebih baik bagi Jakarta kita tercinta. Satu Jakarta untuk bersama dan bersama untuk satu Jakarta.  

Jakarta 16 Agustus  2011

BENI P PILIANG
Editor

Read more

TEKA-TEKI ALBERT EINSTEIN VERSI AMPUN JAKARTA



Ada 5 buah rumah di Kepulauan Seribu yang masing-masing memiliki warna berbeda. Setiap rumah dihuni oleh satu orang pria dengan suku yang berbeda-beda. Setiap penghuni rumah menyukai jenis minuman tertentu. Merokok satu merek rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu. Tak satupun dari kelima orang itu memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.

PERTANYAAN         : Siapa Yang Memelihara Ikan ?

PETUNJUK           

o   Orang Purwokerto tinggal di dalam rumah berwarna merah
o   Orang Menado memelihara anjing
o   Orang Padang senang minum teh
o   Rumah berwarna putih terletak tepat di sebelah kiri rumah berwarna coklat
o   Penghuni rumah berwarna putih senang minum kopi
o   Orang yang meroko Jarum Coklat senang memelihara burung
o   Penghuni rumah yang terletak di tengah-tengah senang minum susu
o   Penghuni rumah berwarna kuning merokok filter
o   Orang Ambon tinggal di rumah paling pertama
o   Orang yang merokok Malboro tinggal di sebelah orang yang memelihara kucing
o   Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Filter
o   Orang yang meroko Dji Sam Soe senang minum bir
o   Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Ambon
o   Orang Tegal meroko lintingan
o   Orang yang meroko Malboro bertetangga dengan orang yang minum air.

Catatan : Albert Einstein menyusun teka-teki ini pada abat lalu, Dia menyatakan 98 % penduduk dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini. APAKAH ANDA TERMASUK YANG 2 % ?

Read more

PRAWACANA



Berita Ampun Jakarta merupakan organisasi nirlaba yang bergerak dalam bidang media komunikasi online, Cikal bakal organisasi telah tumbuh sejak tahun 2007 dalam bentuk Jaringan Komunitas Masyarakat Pesisir Jakarta (JKPJ). Pada bulan Juni 2011 stakeholder JKPJ melikuidasi organisasi dan kemudian membangun BERITA AMPUN JAKARTA.


Berita Ampun Jakarta dimotori oleh Beni P Piliang, diterbitkan dalam rangka keberpihakan terhadap pluralitas Masyarakat Pesisir Jakarta dan perkuatan keberdayaan masyarakat lokal, khususnya "Betawi".

Berita Ampun Jakarta menerima tulisan dan pemberitan dari pembaca untuk dipublikasi,  Alamat email pengiriman : benippiliang@gmail.com

Read more